Itulah Aku

Pagiku sirna terhempas di atas bebatuan tajam
Siang yang menjelang tak mampu membuat hangat tubuhku yang kedinginan di dalam peraduan.
Banyak pesan ku kirimkan untukmu, wahai Rajaku seorang.

Itulah Aku
Bukan untuk menghindari etika itu.

Itulah perasanku…
Karena suara hati tak pernah menipu

Itulah isi hatiku…
Karena bicara kadang membuat lidah kelu.

Itulah kerinduanku…
Karena Aku tak mungkin mendapatkan tempat memenuhi hatimu.

Itulah kesahku…
Karena Engkau adalah pilihan hatiku.
Aku takkan berharap banyak darimu untuk memilikimu,
karena cinta tak harus memiliki

Itulah Aku..
Seorang manusia bodoh yang bermimpi menggapai matahari
Terbakar saat menyentuh api kecilnya

Itulah Aku..
Manusia terlemah yang bermimpi terbang ke langit biru
Pecah berkeping terjatuh saat mendekap awannya

Itulah Aku…
Seorang hamba yang merindukan seorang raja berada di sisinya

Itulah Aku…
Yang selalu mencintaimu sepanjang hidupku

Itulah Aku…
Tak akan pernah membencimu meski Kau acuhkan Aku

Itulah Aku…
Tak akan marah meski akhirnya Kau membenciku

Itulah Aku…
Yang ada di ruang hatiku hanyalah ada cinta dan rindu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.