420px-no_god-svg_

Pandangan Kaum Atheis Tentang Tuhan

Tidak ada pohon baik
Yang menghasilkan buah jelek;
Begitu pula, pohon jelek
tidak akan menghasilkan buah yang baik.
Masing-masing pohon dikenali
Dari buah yang dihasilkannya.

Pernyataan ini adalah pernyataan yang sedikit banyak membuat kita meragukan Tuhan. Sosok Tuhan yang digambarkan dengan penuh kesempurnaan tidak luput dari kritik karena ketidak sempurnaan fenomena alam. Kesedihan dan kehancuran seolah membenarkan adanya anggapan bahwa Tuhan tak sesempurna seperti apa yang di dengungkan. Namun jika dia tidak sempurna maka akan ada konsekuensi lain yang mengakibatkan bahwa dia bukanlah sang pencipta, gejolak ini membuat Tuhan menjadi sulit dipahami hingga akhirnya berujung pada penolakan terhadap Tuhan.

420px-no_god-svg_

Pembahasan macam ini sering kali saya dan beberapa teman membahasnya di warung kopi hingga lupa waktu. Pembahasan yang kadang ujung-ujungnya berakibat saling lontar pendapat karena perbedaan persepsi, ilmu phylosophy ini memang sangat menarik jika kita membahasnya bersama orang yang benar-benar mempunyai pandangan luas.

Tuhan dan agama adalah dua istilah yang sulit untuk dipisahkan, agama terlahir dari keyakinan kita kepada Tuhan, namun secara definisi Tuhan dan agama sangat berbeda, Tuhan melampaui akal, agama bersifat manusiawi dan terjangkau oleh akal, Tuhan bersifat transenden sedangkan agama bersifat imanen, karena agama adalah bagian dari sejarah, masyarakat dan dunia. Tuhan di anggap zat yang sempurna sedangkan agama, tak ada satupun manusia di dunia ini sepakat bahwa ada agama yang sempurna.

Tentu pemahaman kita juga akan berbeda dalam menilai seorang yang tak beragama dan tak bertuhan, meski landasan dasar mereka adalah sama yaitu keyakinan. Karena dari fakta yang ada banyak yang meyakini Tuhan tapi belum tentu beragama dan juga sebaliknya.
Kant (tokoh phylosophy) membedakan keyakinan dalam tiga bagian; 1. Pendapat (opinion), yang diakui tidak memuaskan baik secara obyektif dan subyektif, 2. Keimanan (Faith), yang diakui secara subyektif memuaskan namun secara obyektif tidak, dan 3. Pengetahuan (knowledge), yang diakui baik secara subyektif maupun obyektif.

Dari perbedaan keyakinan yang dibedakan oleh Kant diatas dapat menarik pengertian keyakinan seperti apa yang telah kita capai dalam beragama ataupun bertuhan, tentu sangat sulit kita meyakini Tuhan dan agama setingkat pengetahuan, karena jika itu terjadi maka, selesailah permasalahan kita tentang ketuhanan, tidak ada orang ateis di dunia ini. Tuhan adalah zat yang sangat sempurna yang bersifat gaib dan imateri yang tentu sulit untuk dijadikan sebuah pengetahuan yang obyektif yang berlandaskan kepada pandangan yang empiris.

Keyakinan kita terhadap Tuhan, apa itu Tuhan? Tak seorangpun dapat menjawab. Tuhan disifati sebagai zat yang tak terjangkau, tak terlukiskan, dan melampaui pemahaman kita. Maka dari itu tidak ada ilmu pengetahuan yang bersifat obyektif yang sanggup menjawab adanya Tuhan. Dan pemahaman manusia yang terbatas ini mengentarkan kita kepada keyakinan yang akhirnya menolak adanya Tuhan.
Jika pengetahuan tentang Tuhan adalah bukan pengetahuan yang obyektif dan pengetahuan itu hanya bersifat subyektif maka ini sama saja bahwa adanya Tuhan adalah hasil dari khayalan manusia belaka.

Banyak tokoh ateisme yang memperkuat argumen ketiadaan Tuhan dan yang paling terkemuka dan paling berpengaruh didalam memperkokoh pandangan ideology atheisme adalah Ludwig Feuerbach, Karl Marx, Friedrich Nietzsche, Sigmund Freud, dan Jean-Paul Sartre. Tentang bagaimana argumen mereka langsung di googling aja yah!!

Dari pandangan kaum atheisme diatas argumen mereka didasari pada kenyataan yang rasional- empiris untuk menunjukkan ketiadaan Tuhan. Fenomena yang ada (Teodise) dengan keadilan Tuhan memperkuat argumen mereka bahwa Tuhan hanyalah proyeksi dari diri manusia.

Dan yang paling membuat saya tertarik dari para pemikir atheis diatas bukan hanya kritikan mereka yang menyerang agama melainkan kritikan terhadap manusia agar lebih bertanggung jawab teradap dirinya sendiri dan tidak melulu tergantung kepada Tuhan, terlebih lagi jika Tuhan hanya dianggap Khayalan.

 

Share

3 thoughts on “Pandangan Kaum Atheis Tentang Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *