Tes Minat Bakat

Tes Minat Bakat, Perlu Tidak??

Di era modern seperti saat ini tentu masyarakat sudah tidak asing lagi dengan rangkaian tes psikologi. Salah satunya yang cukup banyak diminati adalah tes minat bakat. Biasanya peminat berasal dari kalangan anak muda yang baru saja lulus SMA dan hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

Peminat lain juga datang dari mereka mahasiswa yang mungkin mempunyai beberapa keluhan mengenai jurusan ataupun hanya ingin sekadar mengetahui pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Tes minat bakat ini mempunyai berbagai macam metode serta format yang juga berbeda. Hal ini dikarenakan, dalam penilaian aspek masing-masing format tersebut tidak sama.

Nantinya para peserta yang mengikuti tes ini akan mendapatkan hasil berupa penjelasan mengenai karakteristik dari pribadinya, mulai dari kelebihan dan kekurangan, hingga personal value. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan rekomendasi mengenai jurusan dan pekerjaan yang sesuai dengan pribadinya tersebut.

Oleh karena manfaat-manfaat inilah membuat tes minat bakat kini mulai banyak dicari dari berbagai kalangan. Bahkan tidak jarang orangtua juga mendaftarkan anaknya yang masih berusia belasan tahun untuk mengikuti tes ini. Masih menjadi perdebatan, sebenarnya bagaimana sih pandangan mengenai tes minat dan bakat ini? Apakah tes minat bakat sangat diperlukan?

Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, mungkin ada dua perspektif berbeda yang harus ditunjukkan.

Tes Minat Bakat Itu Penting

Seperti yang diketahui, manfaat dari keikutsertaan anak dalam tes minat bakat itu sangat beragam. Apalagi dalam hal membuat anak agar lebih mengenali dirinya sendiri. Maka dari itu, sebagian orang menganggap bahwa tes minat bakat sangat penting dan harus dilakukan.

Dengan mengikuti tes minat bakat, diharapkan orangtua bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan dari anak. Sehingga nantinya bisa mengarahkan atau membimbing anak pada jalur yang sesuai.

Ketika anak sudah diarahkan pada bidang yang sesuai dengan dirinya, kejadian salah pilih jurusan akan mampu untuk dihindari. Tidak hanya pada minat dan bakat saja, dengan mengikuti tes ini nantinya akan menunjukkan bagaimana kepribadian anak yang sebenarnya.

Tidak terlalu penting

Tes minat bakat bisa menjadi opsional yang mungkin tidak terlalu penting untuk dilakukan. Pernyataan ini berlaku jika anak yang akan diikutsertakan dalam tes masih berusia di bawah 14 tahun. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan anak di bawah usia 14 tahun masih memiliki berbagai macam minat dan seringkali berubah-ubah. Sehingga hal tersebut tidak dapat dijadikan sebuah patokan untuk menentukan minat yang sebenarnya.

Tes Minat Bakat

Untuk anak-anak seusia ini lebih disarankan mengikuti tes IQ yang lebih ringan dan tidak membutuhkan waktu yang banyak. Jika dipaksa untuk mengerjakan tes minat bakat yang cukup lama, ditakutkan anak justru akan menjadi stress sehingga dapat mempengaruhi hasil tes.

Lagipula, dengan tes IQ, kemampuan anak juga sudah dapat dilihat. Misalnya, kemampuan anak dalam memimpin, bergaul, dan mengekspresikan diri untuk sesuatu hal yang sedang terjadi.

Kesimpulan

Sebenarnya, sah-sah saja jika orangtua ingin anaknya mengikuti tes minat bakat. Dengan tujuan agar bisa mengarahkan pada jalan yang tepat sesuai dengan kemampuan sang anak.

Namun yang perlu diingat, tes minat bakat bukanlah suatu penentu anak untuk berkembang. Terkadang orangtua lupa, bahwa yang bisa mengetahui kemampuan anak ya dari orangtuanya sendiri.

Sebagai orangtua tentunya akan lebih paham bagaimana karakter anak dan strategi apa uang dibutuhkan untuk mendidik anak tersebut. Karena ketika orangtua sudah tidak peduli dan lebih berpegang teguh pada sebuah tes, perkembangan anak dalam minat dan bakat tidak mungkin akan terjadi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.